GitHub

Belum masuk. Progresmu tidak tersimpan.

Masuk
  • Bab 1 dari 8
  • 20 menit
  • 4 soal kuis

Apa itu GitHub: sejarah, Git vs GitHub, dan alternatifnya

Di bab ini (9 bagian)
  1. Tujuan
  2. Apa itu GitHub?
  3. Sejarah singkat
  4. Git vs GitHub
  5. Kenapa GitHub dipakai?
  6. Alternatif GitHub
  7. Coba sendiri
  8. Kesalahan umum
  9. Rangkuman

Tujuan bab ini

  • Menjelaskan apa itu GitHub dan posisinya di dunia pengembangan software.
  • Menceritakan sejarah singkat GitHub, dari peluncuran 2008 sampai diakuisisi Microsoft.
  • Membedakan Git dan GitHub dengan jelas, tanpa tertukar lagi.
  • Mengenal alasan GitHub dipakai dan alternatifnya seperti GitLab dan Bitbucket.

Apa itu GitHub?

GitHub adalah layanan hosting repository berbasis web yang memakai Git sebagai sistem version control. Gampangnya, GitHub adalah tempat di internet untuk menyimpan repository Git kamu, lengkap dengan seluruh riwayat commit-nya, supaya bisa diakses dari mana saja dan dibagikan ke orang lain.

Tapi GitHub bukan cuma "Google Drive untuk kode". Di atas penyimpanan itu, GitHub menambahkan lapisan kolaborasi:

  • Pull request: cara mengusulkan perubahan agar ditinjau dulu sebelum digabung.
  • Code review: rekan tim bisa mengomentari baris kode tertentu.
  • Issues: catatan bug, ide fitur, dan diskusi tugas.
  • Actions: otomatisasi seperti menjalankan tes dan deploy setiap ada perubahan.
  • Pages: hosting website statis langsung dari repository.

Saat ini GitHub dipakai lebih dari 100 juta developer dan menyimpan ratusan juta repository, publik maupun privat. Hampir semua proyek open source besar yang kamu pakai sehari-hari, dari framework JavaScript sampai bahasa pemrograman, punya rumah di GitHub.

Gambaran GitHub sebagai platform hosting kode dengan fitur kolaborasi

Sejarah singkat

Urutannya penting, karena di sinilah kelihatan bahwa Git dan GitHub lahir terpisah.

  1. 2005, Git lahir. Linus Torvalds membuat Git untuk mengelola kode kernel Linux. Git adalah alat, tidak ada hubungannya dengan perusahaan mana pun.
  2. 2008, GitHub diluncurkan. Empat pendiri (Tom Preston-Werner, Chris Wanstrath, PJ Hyett, dan Scott Chacon) membuat website yang memudahkan orang berbagi repository Git. Komunitas open source langsung menyambut.
  3. Awal 2010-an, jadi standar. Jumlah repository melonjak sampai puluhan juta. Punya akun GitHub mulai jadi hal wajar bagi developer.
  4. 2018, diakuisisi Microsoft. Microsoft membeli GitHub senilai sekitar 7,5 miliar dolar AS. Banyak orang sempat khawatir, tapi GitHub tetap berjalan sebagai platform terbuka.
  5. 2019 dan seterusnya, makin lengkap. Repository privat jadi gratis tanpa batas untuk akun Free, lalu hadir GitHub Actions, Codespaces, dan Copilot.

Jadi Git sudah ada tiga tahun sebelum GitHub. Git bisa hidup tanpa GitHub, tapi GitHub tidak bisa hidup tanpa Git.

Git vs GitHub

Ini kebingungan paling umum di kalangan pemula. Bandingkan:

GitGitHub
JenisnyaSoftware version controlLayanan hosting repository Git
Jalan di manaLaptop kamu, bisa offlineServer/cloud, butuh internet
Cara pakaiPerintah terminal (git commit, git log)Browser, aplikasi desktop, CLI gh
PemilikOpen source, gratisPerusahaan (bagian dari Microsoft)
Fitur khasCommit, branch, merge, riwayatPull request, Issues, Actions, Pages

Analogi yang gampang diingat: Git itu kamera yang memotret setiap perubahan file. GitHub itu album online tempat foto-foto itu disimpan, ditata, dan dibagikan ke teman.

Contoh nyata: kamu bisa membuat repository di laptop, commit berkali-kali, membuat branch, semuanya tanpa internet dan tanpa akun GitHub. Repository itu baru "naik" ke GitHub saat kamu menambahkan remote dan melakukan git push. Detail perintah Git seperti commit dan branch dibahas tuntas di kelas Git, jadi di kelas ini kita fokus ke sisi GitHub.

Kenapa GitHub dipakai?

1. Kolaborasi. Banyak orang bisa mengerjakan proyek yang sama tanpa saling timpa. Alurnya terstruktur: buat branch, kirim pull request, minta review, baru digabung. Semua diskusi tercatat di satu tempat.

2. Cadangan aman. Kode kamu tersimpan di server GitHub. Laptop rusak atau hilang? Tinggal clone ulang, seluruh riwayatnya ikut kembali.

3. Portofolio. Profil GitHub (github.com/username) bisa jadi CV teknis. Rekruter bisa melihat proyek yang kamu buat, cara kamu menulis README, sampai grafik kontribusi harianmu. Untuk mahasiswa dan fresh graduate, ini sering lebih meyakinkan daripada sekadar daftar skill.

4. Open source. Kamu bisa membaca kode library populer, melaporkan bug lewat Issues, bahkan ikut berkontribusi dengan fork dan pull request. Ini cara belajar yang luar biasa, karena kamu melihat bagaimana developer berpengalaman bekerja.

5. CI/CD. Dengan GitHub Actions, setiap push bisa otomatis memicu tes, build, dan deploy. CI (continuous integration) memastikan kode baru tidak merusak yang lama, CD (continuous delivery/deployment) mengirim hasilnya ke server tanpa langkah manual.

Alternatif GitHub

GitHub bukan satu-satunya. Karena semuanya memakai Git, repository bisa dipindahkan antar layanan dengan relatif mudah.

  • GitLab. Populer di perusahaan, punya CI/CD bawaan yang kuat, dan bisa dipasang di server sendiri (self-hosted).
  • Bitbucket. Milik Atlassian, cocok untuk tim yang sudah memakai Jira dan Confluence.
  • Gitea / Forgejo. Ringan dan open source, enak untuk dipasang sendiri di server kecil.

Konsep yang kamu pelajari di sini (repository, pull request atau merge request, issue, CI) hampir sama di semua layanan. Bedanya lebih ke nama menu dan fitur tambahan.

Coba sendiri

Buktikan sendiri bahwa Git jalan tanpa GitHub. Kalau Git belum terpasang, lihat bab berikutnya dulu.

mkdir catatan-lokal
cd catatan-lokal
git init
echo "halo" > catatan.txt
git add catatan.txt
git commit -m "Catatan pertama"
git remote -v

Perintah git init menampilkan pesan seperti:

Initialized empty Git repository in /home/kamu/catatan-lokal/.git/

Lalu git remote -v tidak menampilkan apa-apa. Artinya repository ini sudah punya commit, tapi belum terhubung ke server mana pun, termasuk GitHub. Nanti di bab repository, kita akan menghubungkannya dengan git remote add origin dan git push.

Setelah itu, buka github.com/explore di browser dan lihat repository yang sedang tren. Perhatikan bahwa setiap repository punya halaman README, daftar file, dan tab Issues serta Pull requests.

Kesalahan umum

  • Menganggap Git dan GitHub sama. Git adalah alat di laptop, GitHub adalah layanan di internet. Kamu bisa pakai Git tanpa GitHub.
  • Mengira semua repo di GitHub otomatis publik. Akun Free bisa membuat repository privat tanpa batas.
  • Upload file lewat browser terus-menerus tanpa Git. Bisa, tapi kamu kehilangan manfaat utama: commit yang rapi dan riwayat yang jelas.
  • Takut GitHub "dikunci" Microsoft. Repository tetap repository Git biasa, bisa di-clone dan dipindah kapan saja.

Rangkuman

  • GitHub adalah layanan hosting repository Git yang menambahkan fitur kolaborasi seperti pull request, Issues, Actions, dan Pages.
  • Git lahir 2005, GitHub diluncurkan 2008, lalu diakuisisi Microsoft pada 2018 senilai sekitar 7,5 miliar dolar AS.
  • Git berjalan lokal dan offline, GitHub berjalan di cloud dan menyimpan salinan repo untuk dibagikan.
  • GitHub dipakai untuk kolaborasi, cadangan, portofolio, open source, dan CI/CD.
  • Alternatifnya antara lain GitLab, Bitbucket, dan Gitea, dengan konsep yang mirip.

Selesaikan bab ini

  1. 1. Baca materi
  2. 2. Kuis (4 soal)

Cek pemahaman

  1. 1Pernyataan mana yang paling tepat tentang hubungan Git dan GitHub?

  2. 2GitHub diluncurkan pada 2008 dan diakuisisi Microsoft pada 2018.

  3. 3Perintah dijalankan di folder baru. Apa arti output kosong dari perintah terakhir?

    $ git init
    Initialized empty Git repository in /home/kamu/catatan-lokal/.git/
    $ echo "halo" > catatan.txt
    $ git add catatan.txt
    $ git commit -m "Catatan pertama"
    $ git remote -v
    $
  4. 4Fitur GitHub mana yang menjalankan tes dan deploy otomatis setiap ada push?