GitHub

01 / 44
GitHub, slide 1 dari 44

Ringkasan

GitHub adalah platform hosting repository berbasis Git yang menyimpan seluruh riwayat perubahan kode dan menambahkan lapisan kolaborasi seperti pull request, issue, dan otomatisasi. Materi membahas perbedaan Git dan GitHub, proses pembuatan akun, instalasi Git, autentikasi dengan token atau SSH, serta struktur repository penting seperti README, .gitignore, dan lisensi.

Selanjutnya dijelaskan alur kerja dasar Git (working directory, staging area, local repository, remote repository) dan siklus harian clone‑add‑commit‑push, bersama dengan perintah pull, fetch, dan strategi penyelesaian merge conflict. Kolaborasi dilakukan melalui branch, pull request, code review, dan strategi penggabungan (merge commit, squash, rebase). Fork, issue, label, milestone, dan Projects digunakan untuk mengelola kontribusi open source dan pekerjaan tim.

Fitur lanjutan meliputi GitHub Actions untuk CI/CD, GitHub Pages untuk hosting situs statis, Dependabot dan secret scanning untuk keamanan, serta alat seperti GitHub CLI, Gist, Codespaces, dan Copilot. Akhirnya disajikan praktik terbaik seperti pesan commit bermakna, menghindari kesalahan pemula, dan studi kasus tim tiga orang yang mengaplikasikan seluruh alur kerja dari pembuatan repo hingga rilis lewat tag dan Pages.

Tips

  • Selalu jalankan git pull sebelum mulai bekerja dan sebelum push untuk mengurangi konflik.
  • Gunakan branch terpisah untuk setiap fitur atau perbaikan dan namai dengan konvensi feature/, bugfix/, atau hotfix/.
  • Isi pesan commit dengan format Conventional Commits (mis. feat: tambah validasi email) agar riwayat mudah dibaca.
  • Aktifkan branch protection pada main sehingga setiap perubahan harus lewat pull request dan mendapat minimal satu approval.
  • Jangan pernah meng‑commit kredensial, token, atau kunci API; gunakan .gitignore dan repository secrets bila diperlukan.
  • Selesaikan merge conflict segera, hapus semua penanda <<<<<<<, =======, dan >>>>>>> lalu commit ulang.