Menguasai Figma: Desain UI/UX dari Dasar hingga Handoff

Belum masuk. Progresmu tidak tersimpan.

Masuk
  • Bab 9 dari 11
  • 35 menit
  • 1 latihan kode
  • 4 soal kuis

Kolaborasi, Dev Mode, dan Plugin

Di bab ini (8 bagian)
  1. Tujuan
  2. Desain adalah kerja tim
  3. Fitur kolaborasi
  4. Dev Mode: jembatan ke developer
  5. Plugins dan Figma Community
  6. Contoh kerja: satu putaran handoff
  7. Kesalahan umum
  8. Rangkuman

Tujuan bab ini

  • Memakai fitur kolaborasi Figma: multiplayer, komentar, spotlight, berbagi, riwayat versi, dan branching.
  • Membaca spesifikasi desain di Dev Mode dan menerjemahkannya ke CSS.
  • Menjalankan plugin dan memanfaatkan Figma Community dengan aman.

Desain adalah kerja tim

Desain jarang dikerjakan sendirian. Designer menerima masukan dari product manager, berdiskusi dengan sesama designer, lalu menyerahkan hasilnya ke developer. Di alur kerja lama, setiap langkah ini berarti mengirim file, menunggu balasan, lalu menggabungkan masukan secara manual. Figma memindahkan semua langkah itu ke dalam satu file.

Fitur kolaborasi

FiturFungsi
MultiplayerMelihat kursor dan nama rekan yang sedang mengedit
KomentarTekan C, klik objek, tulis masukan, @mention rekan
SpotlightMengajak semua orang mengikuti layarmu saat presentasi
Berbagi dan izinMembagikan tautan dengan akses can view atau can edit
Riwayat versiMenyimpan titik versi dan mengembalikannya kapan saja
BranchingEksperimen di cabang lalu merge, tersedia di paket Organization ke atas

Komentar yang efektif

Komentar di Figma menempel pada objek, bukan pada file secara umum. Itu sebabnya komentar jauh lebih jelas daripada pesan chat seperti "tombol di layar kedua kurang besar". Cara memakainya: tekan C, klik objek yang dimaksud, tulis masukan, lalu @mention orang yang perlu menindaklanjutinya.

Contoh komentar yang baik: "@Dimas, tombol Bayar ini area sentuhnya masih 36 px. Bisa dinaikkan ke 44 × 44 supaya mudah diketuk?" Komentar ini menunjuk objek yang jelas, menyebut masalahnya, dan menyarankan solusi.

Berbagi dengan izin yang tepat

Saat membagikan tautan, pilih izin dengan sengaja. Klien atau calon pengguna cukup diberi can view. Rekan designer yang ikut mengerjakan diberi can edit. Memberi akses edit kepada semua orang memperbesar risiko perubahan yang tidak disengaja.

Riwayat versi dan branching

Riwayat versi tersimpan otomatis, tetapi kamu juga bisa menyimpan titik versi dengan nama, misalnya "Sebelum revisi klien". Kalau revisi ternyata tidak disukai, kamu bisa kembali ke titik itu.

Branching bekerja mirip branch di Git. Kamu membuat cabang untuk bereksperimen, misalnya mencoba navigasi baru, tanpa mengganggu file utama. Kalau eksperimennya berhasil, cabang di-merge. Fitur ini tersedia di paket Organization ke atas.

Dev Mode: jembatan ke developer

Dev Mode adalah tampilan khusus untuk developer, diaktifkan dengan Shift + D. Di sini developer tidak mengedit desain, melainkan membaca spesifikasinya.

FiturFungsi
InspectUkuran, jarak, warna, dan tipografi tiap layer
Code snippetPotongan kode CSS, iOS (SwiftUI), dan Android (Compose)
Ready for devMenandai status dan membandingkan perubahan desain
Code ConnectMenampilkan kode komponen asli dari codebase
MCP serverMenghubungkan desain ke alat coding berbasis AI

Untuk mengukur jarak antara dua layer, pilih satu layer lalu hover ke layer lain sambil menahan Alt. Figma menampilkan jaraknya dalam piksel. Ini jauh lebih akurat daripada menebak dengan penggaris di layar.

Contoh: membaca code snippet

Deck menampilkan tombol "Bayar" yang di-inspect. Dev Mode menghasilkan snippet CSS berikut.

.button {
  display: flex;
  padding: 12px 24px;
  gap: 8px;
  border-radius: 12px;
  background: #7C5CFF;
}

Coba hubungkan dengan bab sebelumnya. display: flex dan gap: 8px berasal dari Auto Layout dengan gap 8. padding: 12px 24px berarti padding atas dan bawah 12, kiri dan kanan 24. background adalah fill tombol. Kalau designer memakai Auto Layout dengan rapi, snippet seperti ini hampir bisa langsung dipakai.

Satu catatan penting: snippet adalah titik awal, bukan kode akhir. Developer tetap perlu menyesuaikannya dengan konvensi proyek, misalnya mengganti #7C5CFF dengan custom property var(--warna-primer) yang sudah ada di codebase. Di sinilah Code Connect membantu, karena Dev Mode bisa menampilkan kode komponen asli dari codebase, bukan sekadar CSS hasil terjemahan.

Status Ready for dev

Tandai frame atau Section dengan status Ready for dev saat desain siap dikerjakan. Developer tidak perlu menebak layar mana yang masih berubah. Kalau desain berubah setelah ditandai, Dev Mode bisa membandingkan perubahannya.

Plugins dan Figma Community

Figma Community adalah gudang file, template, UI kit, plugin, dan widget buatan pengguna dari seluruh dunia. Banyak yang gratis untuk diduplikasi.

Cara menjalankan plugin: tekan Ctrl + K, ketik nama plugin, lalu pilih Run.

KebutuhanContoh plugin
Aset visualUnsplash, Iconify
AksesibilitasStark, pemeriksa kontras
Konten dummyContent Reel, Lorem ipsum
Desain ke kodeAnima

Hal baru di 2026 adalah generative plugins: kamu bisa membuat plugin sendiri cukup dengan menulis prompt.

Plugin adalah kode buatan pihak lain yang berjalan di filemu. Sebelum memasang plugin, periksa izin data yang dimintanya, terutama untuk file kantor atau klien.

Contoh kerja: satu putaran handoff

  1. Designer menyelesaikan layar Checkout dan menandai Section-nya Ready for dev.
  2. Developer membuka file dengan Dev Mode, mengukur jarak dengan Alt, dan menyalin snippet tombol Bayar.
  3. Developer menemukan teks abu-abu yang kontrasnya rendah, lalu menulis komentar dengan @mention ke designer.
  4. Designer memperbaiki warnanya, dan Dev Mode menunjukkan perubahan itu kepada developer.

Tidak ada file yang dikirim bolak-balik, dan semua diskusi tersimpan di objek yang dibicarakan.

Kesalahan umum

  • Memberi masukan lewat chat, bukan komentar yang menempel pada objek.
  • Membagikan tautan dengan akses can edit ke semua orang.
  • Menyalin snippet Dev Mode mentah-mentah tanpa menyesuaikan dengan codebase.
  • Memasang plugin tanpa memeriksa izin datanya.

Rangkuman

  • Kolaborasi Figma meliputi multiplayer, komentar (C), spotlight, berbagi dengan izin can view atau can edit, riwayat versi, dan branching.
  • Dev Mode (Shift + D) menyediakan Inspect, code snippet CSS, SwiftUI, dan Compose, Ready for dev, Code Connect, dan MCP server.
  • Menahan Alt sambil hover mengukur jarak antarlayer.
  • Snippet CSS dari Auto Layout yang rapi hampir langsung bisa dipakai, tetapi tetap disesuaikan dengan konvensi proyek.
  • Plugin dijalankan lewat Ctrl + K, dan izin datanya perlu diperiksa.

Selesaikan bab ini

  1. 1. Baca materi
  2. 2. Latihan kode (1)
  3. 3. Kuis (4 soal)

Latihan kode: Dari snippet Dev Mode ke tombol Bayar

Dev Mode menampilkan spesifikasi tombol Bayar berikut.

PropertiNilai
LayoutAuto Layout horizontal
Padding12 atas bawah, 24 kiri kanan
Gap8
Radius12
Fill#7C5CFF

Tulis rule .button yang sesuai: display: flex, padding, gap, border-radius, dan background.

Cek pemahaman

  1. 1Shortcut untuk mengaktifkan Dev Mode adalah

  2. 2Fitur Dev Mode yang menampilkan kode komponen asli dari codebase adalah

  3. 3Branching tersedia di semua paket Figma, termasuk Starter.

  4. 4Bagaimana cara menjalankan plugin?