Computational Thinking: Berpikir Komputasional dari Nol

Belum masuk. Progresmu tidak tersimpan.

Masuk
  • Bab 1 dari 8
  • 25 menit
  • 1 latihan kode
  • 4 soal kuis

Apa Itu Computational Thinking?

Di bab ini (7 bagian)
  1. Tujuan
  2. Kenapa kita perlu cara berpikir khusus?
  3. Definisi Computational Thinking
  4. Mengapa CT penting?
  5. Mitos dan fakta
  6. Kenapa kelas ini memakai JavaScript?
  7. Rangkuman

Tujuan bab ini

  • Menjelaskan pengertian Computational Thinking (CT) dengan kata-katamu sendiri.
  • Menyebutkan alasan CT penting, termasuk posisinya di Kurikulum Merdeka.
  • Membedakan mitos dan fakta tentang CT.
  • Menulis fungsi JavaScript pertamamu sebagai cara menuliskan langkah penyelesaian masalah.

Kenapa kita perlu cara berpikir khusus?

Coba ingat saat kamu harus mengerjakan tugas kelompok yang besar, misalnya membuat majalah dinding atau menyiapkan presentasi. Di awal, semuanya terasa kabur. Kamu tahu hasil akhirnya, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Banyak orang lalu menunda, atau mengerjakan secara acak dan akhirnya kewalahan.

Computational Thinking, atau dalam bahasa Indonesia berpikir komputasional, adalah jawaban untuk situasi seperti itu. CT memberi kamu cara yang terstruktur untuk mengubah masalah yang kabur menjadi langkah-langkah yang jelas. Kelas ini membahasnya dari dasar: pengertian, empat pilar, cara menuliskan algoritma, penerapan di dunia nyata, sampai latihan.

Definisi Computational Thinking

Istilah ini dipopulerkan oleh Jeannette M. Wing lewat artikelnya di jurnal Communications of the ACM tahun 2006, lalu ia perjelas lagi pada 2011. Definisi yang dirangkum dari tulisannya kira-kira begini:

Computational Thinking adalah proses berpikir untuk merumuskan masalah dan solusinya, sehingga solusi tersebut dapat dijalankan secara efektif oleh manusia, komputer, atau keduanya.

Ada beberapa kata kunci yang perlu kamu perhatikan dalam definisi itu.

Proses berpikir

CT adalah cara berpikir, bukan alat. Kamu tidak sedang belajar menekan tombol atau menghafal perintah. Kamu sedang melatih kebiasaan menata pikiran saat menghadapi masalah.

Merumuskan masalah dan solusinya

Banyak masalah gagal diselesaikan bukan karena solusinya sulit, tetapi karena masalahnya tidak dirumuskan dengan jelas. "Kelas kita berantakan" adalah keluhan. "Kelas perlu jadwal piket lima hari dengan enam orang per hari" adalah rumusan masalah yang bisa dikerjakan.

Bisa dijalankan oleh manusia, komputer, atau keduanya

Solusi hasil CT ditulis cukup jelas sehingga orang lain, atau mesin, bisa mengikutinya tanpa bertanya lagi. Resep masakan yang baik adalah contohnya: siapa pun yang membacanya bisa menghasilkan masakan yang sama.

Wing juga berpendapat bahwa CT adalah keterampilan dasar untuk semua orang, sama seperti membaca, menulis, dan berhitung. Jadi CT lebih luas dari sekadar coding, berfokus pada proses berpikir, dan intinya sederhana: berpikir terstruktur menghasilkan solusi yang jelas.

Mengapa CT penting?

Ada empat manfaat utama yang akan sering kamu rasakan.

ManfaatArtinya bagi kamu
Memecahkan masalah secara sistematisMasalah rumit jadi lebih mudah ditangani langkah demi langkah
Melatih berpikir logis dan kritisKamu terbiasa menimbang sebab akibat dan mengevaluasi solusi
Berlaku di semua bidangDipakai di sains, bisnis, kesehatan, seni, sampai urusan rumah tangga
Bekal era digital dan AIKamu lebih paham cara kerja teknologi dan bisa memanfaatkannya dengan bijak

Di Indonesia, CT juga punya posisi resmi. Dalam Kurikulum Merdeka, Berpikir Komputasional adalah salah satu elemen Capaian Pembelajaran mata pelajaran Informatika, berdampingan dengan elemen lain seperti algoritma dan pemrograman serta analisis data. Artinya, keterampilan ini memang diharapkan dimiliki setiap pelajar.

Mitos dan fakta

Karena namanya mengandung kata "komputasional", banyak orang salah paham. Coba tebak dulu sebelum membaca faktanya.

MitosFakta
CT hanya untuk programmerCT berguna bagi siapa saja: guru, dokter, petani, pedagang
CT berarti berpikir seperti komputerCT adalah cara manusia berpikir agar solusinya bisa dijalankan
Belajar CT harus memakai komputerBanyak aktivitas CT bisa dilakukan tanpa komputer (unplugged)
CT sama dengan codingCoding adalah salah satu cara mewujudkan hasil berpikir CT

Mitos kedua paling sering muncul. Komputer tidak berpikir, ia hanya menjalankan perintah. Yang berpikir adalah manusia, dan CT membantu manusia merumuskan perintah yang cukup jelas.

Mitos keempat juga penting untuk kelas ini. Kamu memang akan menulis sedikit JavaScript, tetapi kode hanyalah wadah. Pemikirannya datang lebih dulu. Kalau kamu belum bisa menjelaskan langkahnya dengan bahasa sehari-hari, menulis kodenya juga akan sulit.

Kenapa kelas ini memakai JavaScript?

Di setiap bab kamu akan bertemu latihan kecil berupa fungsi JavaScript. Tujuannya bukan menjadikanmu programmer dalam semalam, tetapi memberi tempat untuk menguji apakah langkah-langkahmu sudah benar-benar jelas. Komputer tidak bisa menebak maksudmu, jadi ia adalah "pemeriksa" yang jujur.

Berikut contoh fungsi paling sederhana:

function luasPersegiPanjang(panjang, lebar) {
  return panjang * lebar;
}

luasPersegiPanjang(4, 3); // hasilnya 12

Mari bedah sintaksnya:

  • function adalah kata kunci untuk membuat fungsi, yaitu kumpulan langkah yang diberi nama.
  • luasPersegiPanjang adalah nama fungsinya. Nama sebaiknya menjelaskan apa yang dikerjakan.
  • (panjang, lebar) adalah parameter, data masukan yang diterima fungsi.
  • Kurung kurawal { } membungkus langkah-langkah di dalam fungsi.
  • return mengirim hasil keluar dari fungsi. Tanpa return, fungsi tidak mengembalikan apa pun.
  • * adalah operator perkalian. Ada juga +, -, dan /.
  • Teks setelah // adalah komentar, catatan untuk manusia yang diabaikan komputer.

Perhatikan bahwa fungsi ini sudah punya bentuk solusi hasil CT: ada masukan (panjang dan lebar), ada langkah yang jelas (kalikan), dan ada keluaran (luas). Pola masukan, proses, keluaran ini akan terus kamu temui.

Kesalahan umum pemula

  • Lupa return. Fungsi tetap berjalan, tetapi hasilnya undefined, nilai khusus yang berarti "tidak ada isinya".
  • Menulis teks tanpa tanda kutip. Teks di JavaScript harus diapit "...", misalnya "Halo". Tanpa kutip, komputer mengira itu nama variabel.
  • Menggabungkan teks dengan cara yang salah. Untuk menyambung teks, pakai +, misalnya "Halo, " + nama.

Rangkuman

  • Computational Thinking adalah proses berpikir untuk merumuskan masalah dan solusinya agar bisa dijalankan oleh manusia, komputer, atau keduanya.
  • Istilah ini dipopulerkan Jeannette Wing (2006), yang menyebutnya keterampilan dasar untuk semua orang.
  • CT melatih pemecahan masalah yang sistematis, logis, dan kritis, serta berlaku di semua bidang.
  • Di Kurikulum Merdeka, Berpikir Komputasional adalah salah satu elemen mata pelajaran Informatika.
  • CT bukan berpikir seperti komputer, tidak harus memakai komputer, dan tidak sama dengan coding.

Selesaikan bab ini

  1. 1. Baca materi
  2. 2. Latihan kode (1)
  3. 3. Kuis (4 soal)

Latihan kode: Fungsi pertamamu: sapaan dan keliling

Tulis dua fungsi kecil untuk membiasakan diri dengan function dan return.

  1. sapa(nama) mengembalikan teks "Halo, " disambung dengan nama. Contoh: sapa("Ani") menghasilkan "Halo, Ani".
  2. kelilingPersegiPanjang(panjang, lebar) mengembalikan keliling persegi panjang, yaitu 2 × (panjang + lebar). Contoh: kelilingPersegiPanjang(4, 3) menghasilkan 14.

Ingat: teks diapit tanda kutip, teks disambung dengan +, dan tanda kurung menentukan bagian yang dihitung lebih dulu.

Cek pemahaman

  1. 1Menurut definisi yang dirangkum dari Jeannette Wing, solusi hasil Computational Thinking harus dapat dijalankan oleh siapa?

  2. 2CT berarti melatih manusia agar berpikir seperti komputer.

  3. 3Dalam Kurikulum Merdeka, Berpikir Komputasional berkedudukan sebagai apa?

  4. 4Apa hasil pemanggilan fungsi berikut?

    function luas(p, l) {
      return p * l;
    }
    luas(5, 4);