Computational Thinking: Berpikir Komputasional dari Nol

Belum masuk. Progresmu tidak tersimpan.

Masuk
  • Bab 7 dari 8
  • 35 menit
  • 2 latihan kode
  • 4 soal kuis

Penerapan CT: Sehari-hari, Profesi, dan Study Tour

Di bab ini (8 bagian)
  1. Tujuan
  2. Tanpa sadar, kamu sudah memakai CT
  3. CT di berbagai bidang
  4. Studi kasus: merencanakan study tour kelas
  5. Latihan berpikir: terapkan ke masalah lain
  6. Contoh lain: memperkirakan stok
  7. Kesalahan umum
  8. Rangkuman

Tujuan bab ini

  • Mengenali penggunaan CT dalam kegiatan sehari-hari.
  • Memberi contoh penerapan CT di berbagai bidang profesi.
  • Menerapkan keempat pilar sekaligus pada studi kasus study tour kelas.
  • Menulis fungsi JavaScript untuk keputusan otomatis dan perhitungan rencana.

Tanpa sadar, kamu sudah memakai CT

Setelah mempelajari empat pilar, kamu akan mulai melihatnya di mana-mana. Banyak kegiatan rutin ternyata sudah memakai CT, hanya saja kita tidak menamainya.

KegiatanPenerapan CTPilar
MemasakResep adalah algoritma: bahan sebagai input, masakan sebagai outputAlgoritma
BerbelanjaDaftar belanja dikelompokkan per lorong toko agar lebih cepatDekomposisi dan pola
BepergianAplikasi peta hanya menampilkan rute penting menuju tujuanAbstraksi
Jadwal belajarMateri ujian dipecah per hari dan per babDekomposisi
Mencuci pakaianPisahkan warna, cuci, bilas, jemur: urutan dan kondisi yang jelasAlgoritma
Mengerjakan PRMengenali soal yang mirip dengan contoh di bukuPola

Coba pikirkan satu kegiatanmu sendiri. Misalnya merapikan lemari: kamu memisahkan baju, celana, dan seragam (dekomposisi), menyadari seragam selalu dipakai Senin sampai Jumat sehingga diletakkan paling mudah dijangkau (pola), lalu menyusunnya dengan urutan tertentu (algoritma).

CT di berbagai bidang

CT juga menjadi fondasi banyak inovasi di dunia kerja.

  • Kesehatan: mengenali pola gejala dan data pasien untuk membantu diagnosis.
  • Pertanian: sensor kelembapan tanah memicu penyiraman otomatis saat tanah kering.
  • Bisnis: membaca tren penjualan untuk memperkirakan kebutuhan stok.
  • Sains: membangun model dan simulasi, misalnya prakiraan cuaca.
  • Transportasi: aplikasi ojek daring mencari pengemudi dan rute terdekat.
  • Pendidikan: platform belajar menyesuaikan soal dengan kemampuan siswa.

Melihat lebih dekat: penyiraman otomatis

Contoh pertanian menarik karena algoritmanya sangat sederhana:

JIKA kelembapan di bawah batas MAKA nyalakan pompa

Di sini terlihat abstraksi yang kuat. Sensor tidak peduli jenis tanaman, cuaca kemarin, atau nama pemilik kebun. Ia hanya membaca satu angka, kelembapan, lalu membandingkannya dengan batas. Dalam JavaScript:

function aksiPompa(kelembapan, batas) {
  if (kelembapan < batas) {
    return "nyalakan";
  }
  return "matikan";
}

aksiPompa(25, 40); // "nyalakan"
aksiPompa(55, 40); // "matikan"

Perhatikan bahwa else tidak wajib. Kalau return di dalam if sudah dijalankan, fungsi langsung selesai, jadi baris setelahnya hanya tercapai bila kondisinya salah.

Pikirkan profesi impianmu. Seorang desainer grafis memecah proyek menjadi logo, warna, dan tipografi. Seorang pemain sepak bola mempelajari pola permainan lawan. Seorang dokter menyaring gejala yang relevan. CT ada di semuanya.

Studi kasus: merencanakan study tour kelas

Masalahnya: kelas berisi 36 siswa ingin study tour ke museum dengan anggaran terbatas. Mari terapkan keempat pilar.

Dekomposisi

Pecah "study tour" menjadi bagian-bagian:

  • Transportasi
  • Konsumsi
  • Biaya per siswa
  • Jadwal dan izin

Pengenalan pola

Lihat pengalaman sebelumnya:

  • Tahun lalu, 1 bus cukup untuk sekitar 40 orang.
  • Harga tiket rombongan biasanya lebih murah.

Pola ini menghemat waktu. Kamu tidak perlu menghitung ulang kapasitas bus dari nol.

Abstraksi

  • Pakai: jumlah siswa, jarak, anggaran.
  • Abaikan: warna bus, merek snack.

Algoritma

  1. Hitung peserta.
  2. Sewa bus.
  3. Hitung biaya.
  4. Kirim surat izin.

Hasil: 1 bus cukup, biaya per siswa jelas, dan setiap panitia tahu tugasnya.

Menulis bagian perhitungannya dalam kode

Bagian "sewa bus" dan "hitung biaya" bisa dihitung dengan fungsi. Berapa bus yang dibutuhkan? Bagi jumlah orang dengan kapasitas, lalu bulatkan ke atas, karena sisa penumpang tetap butuh kursi:

function jumlahBus(jumlahOrang, kapasitas) {
  return Math.ceil(jumlahOrang / kapasitas);
}

jumlahBus(36, 40); // 1
jumlahBus(45, 40); // 2

Biaya per siswa dihitung dari total biaya dibagi jumlah siswa. Agar tidak ada yang kurang bayar, hasilnya juga dibulatkan ke atas:

function biayaPerSiswa(totalBiaya, jumlahSiswa) {
  return Math.ceil(totalBiaya / jumlahSiswa);
}

biayaPerSiswa(2000000, 36); // 55556

Dua fungsi kecil ini adalah hasil dekomposisi. Fungsi jumlahBus adalah hasil abstraksi karena hanya butuh dua angka. Dan rumus "bagi lalu bulatkan ke atas" adalah pola yang muncul lagi: kamu sudah melihatnya pada kasus keramik.

Latihan berpikir: terapkan ke masalah lain

Pakai empat langkah yang sama untuk masalah lain, misalnya menyelenggarakan lomba 17 Agustus atau membuat jadwal piket kelas. Untuk jadwal piket:

  • Dekomposisi: daftar siswa, daftar hari, pembagian tugas.
  • Pola: setiap hari butuh jumlah orang yang kurang lebih sama.
  • Abstraksi: pakai nama dan hari; abaikan tinggi badan dan hobi.
  • Algoritma: bagi siswa ke hari secara bergiliran sampai semua mendapat jadwal.

Contoh lain: memperkirakan stok

Bidang bisnis membaca tren penjualan untuk memperkirakan stok. Misalkan penjualan payung empat minggu terakhir adalah 10, 14, 18, dan 22. Polanya naik 4 setiap minggu, jadi minggu depan kemungkinan terjual sekitar 26 payung. Pedagang yang mengenali pola ini bisa menyiapkan stok lebih awal, bukan kehabisan barang di tengah musim hujan.

Kesalahan umum

  • Mengira CT hanya untuk masalah teknologi. Study tour dan jadwal piket adalah masalah sosial, dan CT tetap membantu.
  • Lupa membulatkan ke atas. 45 siswa dengan bus kapasitas 40 butuh 2 bus, bukan 1,125 bus.
  • Melompati abstraksi. Tanpa menyaring informasi, rapat panitia bisa habis untuk membahas warna bus.

Rangkuman

  • CT dipakai dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak, berbelanja, bepergian, dan belajar.
  • Berbagai bidang, dari kesehatan sampai transportasi, memakai CT sebagai fondasi inovasi.
  • Penyiraman otomatis memakai algoritma sederhana: jika kelembapan di bawah batas, nyalakan pompa.
  • Studi kasus study tour menunjukkan keempat pilar bekerja bersama untuk menghasilkan rencana yang jelas.
  • Pola "bagi lalu bulatkan ke atas" muncul di banyak perhitungan kebutuhan.

Selesaikan bab ini

  1. 1. Baca materi
  2. 2. Latihan kode (2)
  3. 3. Kuis (4 soal)

Latihan kode: Membaca tren penjualan

Toko mencatat penjualan payung per minggu, misalnya [10, 14, 18, 22]. Anggap polanya selisih tetap.

Tulis perkiraanBerikutnya(penjualan) yang mengembalikan perkiraan minggu depan: angka terakhir ditambah selisih dua angka terakhir.

Petunjuk: angka terakhir adalah penjualan[penjualan.length - 1], angka sebelumnya penjualan[penjualan.length - 2].

Contoh: perkiraanBerikutnya([10, 14, 18, 22]) menghasilkan 26.

Latihan kode: Rencana biaya study tour

Gabungkan dekomposisi dan pola "bagi lalu bulatkan ke atas". Tulis rencanaStudyTour(jumlahSiswa, kapasitasBus, hargaBus, hargaTiket) yang mengembalikan objek:

  • bus: jumlah bus, yaitu Math.ceil(jumlahSiswa / kapasitasBus).
  • totalBiaya: bus × hargaBus + jumlahSiswa × hargaTiket.
  • perSiswa: totalBiaya ÷ jumlahSiswa, dibulatkan ke atas.

Contoh: rencanaStudyTour(36, 40, 1500000, 15000) menghasilkan { bus: 1, totalBiaya: 2040000, perSiswa: 56667 }.

Cek pemahaman

  1. 1Daftar belanja yang dikelompokkan per lorong toko memakai pilar apa?

  2. 2Pada sistem penyiraman otomatis, kapan pompa dinyalakan?

  3. 3Dalam studi kasus study tour, warna bus termasuk informasi yang dipakai saat abstraksi.

  4. 4Berapa hasil kode berikut?

    function jumlahBus(jumlahOrang, kapasitas) {
      return Math.ceil(jumlahOrang / kapasitas);
    }
    jumlahBus(81, 40);