Bab 6 dari 6 · 15 menit

Menuju Produksi

Setelah proses pengembangan fitur selesai, aplikasi Vue harus melalui tahapan build sebelum siap dipublikasikan ke lingkungan produksi. Menjalankan perintah npm run build akan memicu Vite untuk mengompilasi, meminifikasi kode, membagi bundle, dan mengoptimalkan aset menjadi sekumpulan berkas statis HTML, CSS, dan JavaScript di dalam folder dist/. Sebelum mengunggah berkas tersebut ke server langsung, kamu dapat menjalankan perintah npm run preview. Perintah ini mengeksekusi server lokal ringan untuk menguji apakah seluruh fungsionalitas hasil build produksi berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan berkas statis.

Build dan Deployment ke Produksi

Berkas statis di direktori dist/ dapat dideploy ke berbagai platform hosting modern seperti Netlify, Vercel, maupun GitHub Pages. Namun, ada satu pertimbangan konfigurasi krusial yang wajib diperhatikan saat menggunakan mode routing HTML5 history. Karena semua alamat URL dikelola di sisi klien oleh JavaScript, permintaan langsung dari browser ke URL tertentu (misalnya /tentang) akan menghasilkan error 404 dari server jika berkas fisik tentang.html tidak ditemukan. Oleh sebab itu, server hosting harus dikonfigurasi untuk mengalihkan seluruh permintaan fallback ke index.html agar router aplikasi dapat memuat rute dengan tepat.

Praktik Terbaik Penulisan Kode Vue

Agar basis kode aplikasi kamu tetap teratur dan mudah dirawat oleh tim pengembang dalam jangka panjang, kamu harus menerapkan sederet praktik terbaik yang disepakati komunitas. Pertama, berikan penamaan komponen dalam format PascalCase yang terdiri dari minimal dua kata, misalnya KartuProduk.vue bukan sekadar Kartu.vue, guna mencegah tabrakan nama dengan elemen standar HTML masa kini maupun masa depan. Kedua, patuhi prinsip satu komponen satu tanggung jawab dan usahakan panjang kode berkas berada di bawah 300 baris. Ketiga, selalu berikan identifier unik pada atribut :key saat merender list dengan v-for.

Keempat, dahulukan penggunaan computed property untuk data turunan daripada memanggil method berulang kali dalam template karena computed memiliki sistem caching yang hemat daya komputasi. Kelima, hindari menaruh v-if bersamaan dengan v-for pada satu tag elemen HTML yang sama. Saringlah datanya terlebih dahulu menggunakan computed property. Terakhir, jangan pernah memanipulasi elemen DOM secara manual melalui selektor seperti document.querySelector. Manfaatkan sistem ref template jika akses langsung ke simpul DOM benar-benar dibutuhkan secara mendesak. Pembelajaran terbaik adalah dengan mempraktikkan langsung seluruh teori ini ke dalam proyek aplikasi nyata.

Cek pemahaman

  1. 1. Perintah apa yang digunakan untuk menguji hasil build produksi Vue secara lokal sebelum proses deployment?

  2. 2. Saat mengonfigurasi deployment mode history routing pada server web statis, server harus diarahkan untuk melakukan fallback ke berkas index.html.

  3. 3. Format nama komponen manakah yang paling sesuai dengan rekomendasi panduan praktik terbaik Vue?