Bab 5 dari 5 · 20 menit

Code Review, CI/CD, dan Praktik Terbaik

Setelah Merge Request dibuka di GitLab, proses tinjauan kode (Code Review) dimulai. GitLab menyediakan tampilan diff yang memperlihatkan perbandingan baris demi baris antara kode sebelum dan sesudah perubahan. Reviewer dapat memberikan tanggapan atau saran perbaikan secara langsung melalui inline comment pada baris kode tertentu. Jika kamu perlu memperbaiki kode berdasarkan catatan reviewer, kamu cukup menyunting berkas di komputermu, membuat commit baru, dan menjalankan kembali git push origin nama-branch. Commit tambahan tersebut secara otomatis akan masuk dan memperbarui Merge Request yang sama tanpa perlu membuat request baru. Setelah semua catatan tuntas dan disetujui (Approve), perubahan dapat digabungkan secara resmi ke cabang main melalui tombol Merge.

Code Review dan Merge

Selain kolaborasi antarmanusia, GitLab juga memfasilitasi otomatisasi melalui CI/CD Pipeline. Kamu dapat membuat berkas konfigurasi bernama .gitlab-ci.yml dan meletakkannya pada direktori utama (root) repositori proyek. Berkas ini menggunakan format YAML untuk mendefinisikan tahapan eksekusi pengujian dan distribusi aplikasi.

CI/CD Pipeline Otomatis

Berikut adalah contoh struktur dasar berkas .gitlab-ci.yml yang mendefinisikan tahapan pipeline:

stages:
  - build
  - test
  - deploy

job_build:
  stage: build
  script:
    - echo "Menjalankan proses build aplikasi..."

job_test:
  stage: test
  script:
    - echo "Menjalankan pengujian otomatis..."

Saat berkas ini di-push ke GitLab, GitLab secara otomatis mendeteksi konfigurasi tersebut dan memicu pipeline. Agen bernama GitLab Runner akan mengambil antrean tugas dan mengeksekusi skrip di setiap tahap. Kamu dapat memantau status eksekusi pada tab CI/CD -> Pipelines. Jika seluruh tahap berhasil dijalankan tanpa hambatan, pipeline akan menampilkan lencana hijau bertuliskan 'passed'.

Ringkasan dan Best Practices

Agar kerja tim selalu produktif, ada beberapa praktik terbaik (best practices) yang patut kamu pegang teguh: tulis pesan commit yang jelas dengan menguraikan alasan perubahan; terapkan format penamaan branch yang konsisten seperti fitur/nama-fitur atau perbaikan/nama-bug; jangan pernah melakukan commit langsung ke branch main; selalu lewati proses code review; lakukan push secara teratur untuk menjaga sinkronisasi data; serta manfaatkan Issue Board untuk melacak progres tugas secara terbuka dan bertanggung jawab.

Cek pemahaman

  1. 1. Apa nama file konfigurasi yang harus diletakkan pada root repositori agar GitLab menjalankan pipeline CI/CD otomatis?

  2. 2. Jika kamu melakukan push commit tambahan ke branch yang sedang memiliki Merge Request aktif, perubahan tersebut otomatis ditambahkan ke Merge Request yang sama.

  3. 3. Manakah di bawah ini yang BUKAN merupakan best practice dalam pengelolaan repositori Git dan GitLab?