Perencana Rilis Sprint
Bangun sendiri dari brief di bawah. Semua pemeriksaan lolos berarti proyekmu selesai, salah satu syarat sertifikat Software Development Life Cycle (SDLC).
Brief
Kamu akan membangun perencana rilis sederhana untuk tim Scrum. Fungsi ini menggabungkan dua hal yang kamu pelajari: kebutuhan harus jelas dan terlacak, dan backlog dikerjakan berdasarkan prioritas dalam sprint berkapasitas terbatas.
Yang dibangun
Fungsi rencanakanRilis(backlog, kapasitas). Setiap item backlog berbentuk:
prioritas: 1 (tinggi), 2 (sedang), atau 3 (rendah).poin: estimasi usaha, bilangan bulat positif.testCase: daftar test case yang menguji item ini.
Fitur wajib
- Validasi (traceability). Item dianggap valid bila
idberupa string tidak kosong,prioritassalah satu dari 1, 2, 3,poinbilangan bulat lebih dari 0, dantestCasearray dengan minimal satu isi. Item tidak valid masuk ketertunda. - Item terlalu besar. Item valid dengan
poinlebih besar darikapasitasjuga masuk ketertunda, karena harus dipecah dulu. - Urut prioritas. Item yang tersisa diurutkan berdasarkan
prioritas(1 dulu). Item dengan prioritas sama mempertahankan urutan aslinya. - Isi sprint berurutan. Ambil item satu per satu sesuai urutan. Jika total poin sprint saat ini ditambah item masih tidak melebihi
kapasitas, masukkan ke sprint itu. Jika melebihi, tutup sprint dan mulai sprint baru dengan item tersebut. - Kembalikan
{ sprint, tertunda }.sprintadalah array of array berisiid,tertundaadalah arrayid(ataunullbila id tidak valid) sesuai urutan di backlog.
Contoh hasil
F-03 tertunda karena belum punya test case. F-02 (prioritas 1) masuk sprint pertama. F-01 (3 poin) tidak muat di sisa 2 poin, jadi membuka sprint kedua, lalu F-04 menyusul.
Latihan kode: Perencana Rilis Sprint
Tulis fungsi rencanakanRilis(backlog, kapasitas) sesuai brief: validasi item, tunda item tidak valid atau terlalu besar, urutkan berdasarkan prioritas, lalu isi sprint berurutan sesuai kapasitas.