Pemrograman Python: Dari Nol sampai Proyek Mini

Belum masuk. Progresmu tidak tersimpan.

Masuk
  • Bab 1 dari 11
  • 20 menit
  • 1 latihan kode
  • 4 soal kuis

Pengenalan Python

Di bab ini (9 bagian)
  1. Tujuan
  2. Python itu apa, sih?
  3. Empat ciri utama Python
  4. Sejarah singkat Python
  5. Kenapa belajar Python?
  6. Python dipakai di mana saja?
  7. Zen of Python
  8. Kesalahan umum
  9. Rangkuman

Tujuan bab ini

  • Menjelaskan apa itu Python dan empat cirinya: mudah dibaca, interpreted, dynamic typing, dan multiplatform.
  • Menceritakan sejarah singkat Python, dari ide Guido van Rossum sampai berakhirnya Python 2.
  • Menyebutkan alasan belajar Python dan bidang-bidang yang memakainya.
  • Mengenal Zen of Python sebagai pegangan menulis kode yang rapi.

Python itu apa, sih?

Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang gratis, open source, dan serbaguna. "Tingkat tinggi" artinya kamu menulis perintah dengan kata-kata yang mirip bahasa manusia (bahasa Inggris), bukan kode mesin berisi angka 0 dan 1. Komputer tetap tidak paham bahasa Inggris, jadi ada program bernama interpreter Python yang menerjemahkan kodemu supaya bisa dijalankan.

Coba bandingkan program yang menampilkan satu kalimat di Java dan di Python.

public class Halo {
    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Halo, dunia!");
    }
}
print("Halo, dunia!")

Output keduanya sama:

Halo, dunia!

Di Java kamu butuh class, method main, tanda kurung kurawal, dan titik koma. Di Python cukup satu baris. Bukan berarti Java jelek; Java dirancang untuk kebutuhan lain. Tapi untuk belajar logika pemrograman, Python membuat kamu fokus ke apa yang ingin dilakukan, bukan ke tanda baca.

Satu fakta unik: nama Python bukan diambil dari ular. Guido van Rossum, pembuatnya, adalah penggemar acara komedi Inggris Monty Python's Flying Circus. Dia ingin nama yang pendek, unik, dan sedikit misterius. Makanya di dokumentasi Python kamu kadang menemukan contoh dengan kata spam dan eggs, lelucon dari acara tersebut.

Empat ciri utama Python

CiriArtinyaDampaknya buat kamu
Mudah dibacaSintaks bersih, indentasi (spasi di awal baris) wajibKode orang lain lebih gampang dipahami
InterpretedKode dijalankan oleh interpreter baris demi baris, tanpa langkah kompilasi manualTulis, jalankan, lihat hasil, ulangi dengan cepat
Dynamic typingTipe data ditentukan otomatis saat program berjalanTidak perlu menulis int atau String sebelum nama variabel
MultiplatformJalan di Windows, macOS, Linux, sampai Raspberry PiKode yang sama bisa dibawa ke banyak perangkat

Soal indentasi: di banyak bahasa, spasi di awal baris hanya hiasan. Di Python, spasi itu menentukan blok kode. Ini sengaja, supaya semua orang terpaksa menulis kode yang rapi. Kamu akan melihatnya nanti di bab percabangan dan perulangan.

Soal dynamic typing, lihat contoh ini:

data = 10
print(type(data))
data = "sepuluh"
print(type(data))

Output:

<class 'int'>
<class 'str'>

Variabel data awalnya berisi angka, lalu berisi teks, dan Python tidak protes. Enak, tapi juga berarti kamu harus lebih teliti, karena kesalahan tipe baru ketahuan saat program dijalankan.

Kalau mau tahu detail teknisnya: interpreter Python sebenarnya mengubah kodemu dulu menjadi bytecode, lalu menjalankannya. Proses ini otomatis dan tidak perlu kamu pikirkan sebagai pemula.

Sejarah singkat Python

Linimasa sejarah Python dari 1989 sampai sekarang

TahunPeristiwa
1989Guido van Rossum mulai mengembangkan Python di CWI, Belanda, sebagai proyek hobi saat libur akhir tahun
1991Rilis publik pertama, versi 0.9.0
2000Python 2.0 rilis, membawa list comprehension dan garbage collector yang lebih baik
2008Python 3.0 rilis, perbaikan besar yang tidak kompatibel ke belakang
2020Python 2 resmi dihentikan (end of life) pada 1 Januari 2020
KiniVersi Python 3 baru rilis setiap tahun, sekitar bulan Oktober

Bagian yang paling sering bikin bingung pemula adalah Python 2 vs Python 3. Python 3 memperbaiki banyak keputusan lama, misalnya print yang dulu berupa perintah (print "halo") diubah menjadi fungsi (print("halo")), dan teks dibuat mendukung Unicode secara default. Karena perubahannya besar, banyak kode Python 2 tidak bisa langsung jalan di Python 3. Masa transisinya panjang, sampai akhirnya Python 2 dihentikan dan tidak lagi mendapat perbaikan, termasuk perbaikan keamanan.

Pelajarannya: kalau kamu menemukan tutorial dengan print "..." tanpa tanda kurung, itu tutorial Python 2. Lewati saja. Kelas ini memakai Python 3.

Guido sendiri lama dijuluki "Benevolent Dictator For Life" (pemimpin yang memutuskan arah Python), sampai ia mundur dari peran itu pada 2018. Sekarang arah Python diputuskan oleh Steering Council yang dipilih komunitas.

Kenapa belajar Python?

  • Ramah pemula. Sintaksnya singkat, jadi energimu dipakai untuk berpikir logis, bukan menghafal tanda baca.
  • Ratusan ribu library. Di PyPI (Python Package Index) ada ratusan ribu paket siap pakai yang tinggal dipasang dengan pip.
  • Komunitas besar. Hampir semua error yang kamu temui sudah pernah ditanyakan orang lain di forum.
  • Peluang karier. Python dibutuhkan di data, AI, web, dan otomasi.
  • Produktif. Program jadi lebih cepat dengan baris lebih sedikit.
  • Gratis dan open source. Bebas dipakai untuk belajar maupun proyek komersial.

Analogi sederhananya: Python itu seperti pisau lipat serbaguna. Bukan alat terbaik untuk setiap pekerjaan (game 3D berat, misalnya, biasanya memakai C++), tapi hampir selalu bisa diandalkan.

Python dipakai di mana saja?

BidangContoh library populer
Web developmentDjango, Flask, FastAPI
Data sciencePandas, NumPy, Matplotlib
AI dan machine learningscikit-learn, TensorFlow, PyTorch
Otomasi dan scriptingSelenium, os, schedule
Game developmentPygame, Arcade
IoT dan hardwareMicroPython, Raspberry Pi
Keamanan siberScapy, Requests
Sains dan risetSciPy, Jupyter, SymPy

Kamu tidak perlu menguasai semuanya. Pelajari dasar Python dulu di kelas ini, lalu pilih satu bidang yang paling bikin penasaran. Dasarnya sama: variabel, kondisi, perulangan, dan fungsi.

Zen of Python

Python punya "kitab filosofi" berisi 19 prinsip yang ditulis Tim Peters, salah satu pengembang awal Python. Kamu bisa melihatnya langsung dengan mengetik ini di Python:

import this

Output (potongan awal):

The Zen of Python, by Tim Peters

Beautiful is better than ugly.
Explicit is better than implicit.
Simple is better than complex.
Complex is better than complicated.
Readability counts.

Artinya kira-kira: kode yang indah lebih baik daripada yang jelek, yang jelas lebih baik daripada yang tersirat, dan yang sederhana lebih baik daripada yang rumit. "Readability counts" berarti keterbacaan itu penting. Kode lebih sering dibaca daripada ditulis, termasuk oleh dirimu sendiri tiga bulan lagi.

Kesalahan umum

  • Mengira Python dinamai dari ular. Namanya dari grup komedi Monty Python.
  • Belajar dari tutorial Python 2. Ciri khasnya print "teks" tanpa tanda kurung. Pakai materi Python 3.
  • Menganggap "mudah dibaca" berarti boleh asal. Indentasi di Python wajib; spasi yang salah membuat program error.
  • Ingin menguasai semua bidang sekaligus. Kuasai dasar dulu, baru pilih satu bidang.

Rangkuman

  • Python adalah bahasa tingkat tinggi yang gratis, mudah dibaca, interpreted, dynamic typing, dan multiplatform.
  • Guido van Rossum mulai membuatnya pada 1989, rilis publik pertama 0.9.0 pada 1991, dan Python 2 berakhir pada 1 Januari 2020.
  • Python dipakai di web, data, AI, otomasi, game, IoT, keamanan, dan riset.
  • Zen of Python (import this) mengajarkan bahwa sederhana dan mudah dibaca itu penting.

Selesaikan bab ini

  1. 1. Baca materi
  2. 2. Latihan kode (1)
  3. 3. Kuis (4 soal)

Latihan kode: Kartu kenalan Python

Lengkapi dua fungsi berikut:

  • umur_python(tahun) mengembalikan berapa tahun sejak rilis publik pertama Python (1991). Contoh: umur_python(2025) menghasilkan 34.
  • sapa_python(nama) mengembalikan teks "Halo, <nama>! Selamat belajar Python". Contoh: sapa_python("Sari") menghasilkan "Halo, Sari! Selamat belajar Python".

Gunakan return, bukan print.

Cek pemahaman

  1. 1Dari mana nama bahasa Python berasal?

  2. 2Python 2 masih mendapat perbaikan keamanan resmi sampai sekarang.

  3. 3Apa arti dynamic typing di Python?

  4. 4Apa yang ditampilkan kode berikut?

    rilis_publik = 1991
    print(2020 - rilis_publik)