- Bab 1 dari 11
- 20 menit
- 1 latihan kode
- 4 soal kuis
Pengenalan Python
Di bab ini (9 bagian)
Tujuan bab ini
- Menjelaskan apa itu Python dan empat cirinya: mudah dibaca, interpreted, dynamic typing, dan multiplatform.
- Menceritakan sejarah singkat Python, dari ide Guido van Rossum sampai berakhirnya Python 2.
- Menyebutkan alasan belajar Python dan bidang-bidang yang memakainya.
- Mengenal Zen of Python sebagai pegangan menulis kode yang rapi.
Python itu apa, sih?
Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang gratis, open source, dan serbaguna. "Tingkat tinggi" artinya kamu menulis perintah dengan kata-kata yang mirip bahasa manusia (bahasa Inggris), bukan kode mesin berisi angka 0 dan 1. Komputer tetap tidak paham bahasa Inggris, jadi ada program bernama interpreter Python yang menerjemahkan kodemu supaya bisa dijalankan.
Coba bandingkan program yang menampilkan satu kalimat di Java dan di Python.
Output keduanya sama:
Di Java kamu butuh class, method main, tanda kurung kurawal, dan titik koma. Di Python cukup satu baris. Bukan berarti Java jelek; Java dirancang untuk kebutuhan lain. Tapi untuk belajar logika pemrograman, Python membuat kamu fokus ke apa yang ingin dilakukan, bukan ke tanda baca.
Satu fakta unik: nama Python bukan diambil dari ular. Guido van Rossum, pembuatnya, adalah penggemar acara komedi Inggris Monty Python's Flying Circus. Dia ingin nama yang pendek, unik, dan sedikit misterius. Makanya di dokumentasi Python kamu kadang menemukan contoh dengan kata spam dan eggs, lelucon dari acara tersebut.
Empat ciri utama Python
| Ciri | Artinya | Dampaknya buat kamu |
|---|---|---|
| Mudah dibaca | Sintaks bersih, indentasi (spasi di awal baris) wajib | Kode orang lain lebih gampang dipahami |
| Interpreted | Kode dijalankan oleh interpreter baris demi baris, tanpa langkah kompilasi manual | Tulis, jalankan, lihat hasil, ulangi dengan cepat |
| Dynamic typing | Tipe data ditentukan otomatis saat program berjalan | Tidak perlu menulis int atau String sebelum nama variabel |
| Multiplatform | Jalan di Windows, macOS, Linux, sampai Raspberry Pi | Kode yang sama bisa dibawa ke banyak perangkat |
Soal indentasi: di banyak bahasa, spasi di awal baris hanya hiasan. Di Python, spasi itu menentukan blok kode. Ini sengaja, supaya semua orang terpaksa menulis kode yang rapi. Kamu akan melihatnya nanti di bab percabangan dan perulangan.
Soal dynamic typing, lihat contoh ini:
Output:
Variabel data awalnya berisi angka, lalu berisi teks, dan Python tidak protes. Enak, tapi juga berarti kamu harus lebih teliti, karena kesalahan tipe baru ketahuan saat program dijalankan.
Kalau mau tahu detail teknisnya: interpreter Python sebenarnya mengubah kodemu dulu menjadi bytecode, lalu menjalankannya. Proses ini otomatis dan tidak perlu kamu pikirkan sebagai pemula.
Sejarah singkat Python
| Tahun | Peristiwa |
|---|---|
| 1989 | Guido van Rossum mulai mengembangkan Python di CWI, Belanda, sebagai proyek hobi saat libur akhir tahun |
| 1991 | Rilis publik pertama, versi 0.9.0 |
| 2000 | Python 2.0 rilis, membawa list comprehension dan garbage collector yang lebih baik |
| 2008 | Python 3.0 rilis, perbaikan besar yang tidak kompatibel ke belakang |
| 2020 | Python 2 resmi dihentikan (end of life) pada 1 Januari 2020 |
| Kini | Versi Python 3 baru rilis setiap tahun, sekitar bulan Oktober |
Bagian yang paling sering bikin bingung pemula adalah Python 2 vs Python 3. Python 3 memperbaiki banyak keputusan lama, misalnya print yang dulu berupa perintah (print "halo") diubah menjadi fungsi (print("halo")), dan teks dibuat mendukung Unicode secara default. Karena perubahannya besar, banyak kode Python 2 tidak bisa langsung jalan di Python 3. Masa transisinya panjang, sampai akhirnya Python 2 dihentikan dan tidak lagi mendapat perbaikan, termasuk perbaikan keamanan.
Pelajarannya: kalau kamu menemukan tutorial dengan print "..." tanpa tanda kurung, itu tutorial Python 2. Lewati saja. Kelas ini memakai Python 3.
Guido sendiri lama dijuluki "Benevolent Dictator For Life" (pemimpin yang memutuskan arah Python), sampai ia mundur dari peran itu pada 2018. Sekarang arah Python diputuskan oleh Steering Council yang dipilih komunitas.
Kenapa belajar Python?
- Ramah pemula. Sintaksnya singkat, jadi energimu dipakai untuk berpikir logis, bukan menghafal tanda baca.
- Ratusan ribu library. Di PyPI (Python Package Index) ada ratusan ribu paket siap pakai yang tinggal dipasang dengan
pip. - Komunitas besar. Hampir semua error yang kamu temui sudah pernah ditanyakan orang lain di forum.
- Peluang karier. Python dibutuhkan di data, AI, web, dan otomasi.
- Produktif. Program jadi lebih cepat dengan baris lebih sedikit.
- Gratis dan open source. Bebas dipakai untuk belajar maupun proyek komersial.
Analogi sederhananya: Python itu seperti pisau lipat serbaguna. Bukan alat terbaik untuk setiap pekerjaan (game 3D berat, misalnya, biasanya memakai C++), tapi hampir selalu bisa diandalkan.
Python dipakai di mana saja?
| Bidang | Contoh library populer |
|---|---|
| Web development | Django, Flask, FastAPI |
| Data science | Pandas, NumPy, Matplotlib |
| AI dan machine learning | scikit-learn, TensorFlow, PyTorch |
| Otomasi dan scripting | Selenium, os, schedule |
| Game development | Pygame, Arcade |
| IoT dan hardware | MicroPython, Raspberry Pi |
| Keamanan siber | Scapy, Requests |
| Sains dan riset | SciPy, Jupyter, SymPy |
Kamu tidak perlu menguasai semuanya. Pelajari dasar Python dulu di kelas ini, lalu pilih satu bidang yang paling bikin penasaran. Dasarnya sama: variabel, kondisi, perulangan, dan fungsi.
Zen of Python
Python punya "kitab filosofi" berisi 19 prinsip yang ditulis Tim Peters, salah satu pengembang awal Python. Kamu bisa melihatnya langsung dengan mengetik ini di Python:
Output (potongan awal):
Artinya kira-kira: kode yang indah lebih baik daripada yang jelek, yang jelas lebih baik daripada yang tersirat, dan yang sederhana lebih baik daripada yang rumit. "Readability counts" berarti keterbacaan itu penting. Kode lebih sering dibaca daripada ditulis, termasuk oleh dirimu sendiri tiga bulan lagi.
Kesalahan umum
- Mengira Python dinamai dari ular. Namanya dari grup komedi Monty Python.
- Belajar dari tutorial Python 2. Ciri khasnya
print "teks"tanpa tanda kurung. Pakai materi Python 3. - Menganggap "mudah dibaca" berarti boleh asal. Indentasi di Python wajib; spasi yang salah membuat program error.
- Ingin menguasai semua bidang sekaligus. Kuasai dasar dulu, baru pilih satu bidang.
Rangkuman
- Python adalah bahasa tingkat tinggi yang gratis, mudah dibaca, interpreted, dynamic typing, dan multiplatform.
- Guido van Rossum mulai membuatnya pada 1989, rilis publik pertama 0.9.0 pada 1991, dan Python 2 berakhir pada 1 Januari 2020.
- Python dipakai di web, data, AI, otomasi, game, IoT, keamanan, dan riset.
- Zen of Python (
import this) mengajarkan bahwa sederhana dan mudah dibaca itu penting.
Slide 1 sampai 7 dari deck Pemrograman Python: Dari Nol sampai Proyek Mini. Penjelasan lengkapnya ada di mode Baca.

Selesaikan bab ini
- 1. Baca materi
- 2. Latihan kode (1)
- 3. Kuis (4 soal)
Latihan kode: Kartu kenalan Python
Lengkapi dua fungsi berikut:
umur_python(tahun)mengembalikan berapa tahun sejak rilis publik pertama Python (1991). Contoh:umur_python(2025)menghasilkan34.sapa_python(nama)mengembalikan teks"Halo, <nama>! Selamat belajar Python". Contoh:sapa_python("Sari")menghasilkan"Halo, Sari! Selamat belajar Python".
Gunakan return, bukan print.
Cek pemahaman
1Dari mana nama bahasa Python berasal?
2Python 2 masih mendapat perbaikan keamanan resmi sampai sekarang.
3Apa arti dynamic typing di Python?
4Apa yang ditampilkan kode berikut?
rilis_publik = 1991 print(2020 - rilis_publik)
